Image
Ilustrasi kota hijau./Picarts

Pemilu dan Pilkada Wajib Menciptakan Kota Layak Huni

Jurnal RPK-PKB Vol. IX/2024 | RISET DAN ANALISIS | Penulis: Tim RPK | Published: 12 September 2024 | Unduh Versi PDF

Kualitas Air dan Udara Buruk, Akses Sanitasi Terbatas

Ringkasan Media | Penulis: Tim RPK

World Air Quality Report menempatkan Indonesia sebagai negara dengan kualitas udara terburuk se-Asia Tenggara pada 2023. Sementara itu, sedikitnya lima kota besar di Indonesia masuk dalam daftar 15 kota dengan polusi udara terburuk se-Asia Tenggara. Sebaliknya, udara terbersih di Indonesia ada di Kota Mamuju dengan tingkat polutan 3,7 µg/m³.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Muhaimin Iskandar menyoroti buruknya kualitas udara di Indonesia, khususnya wilayah Jabodetabek. Ia meminta agar pemerintah bisa segera mengambil langkah-langkah konkret membenahi kualitas udara di kota-kota ini.

Adapun kualitas air minum nyaris bernasib serupa. Menurut studi kualitas air minum rumah tangga yang dilakukan Kelompok Kerja Perumahan, Pemukiman, Air Minum dan Sanitasi (Pokja PPAS), akses air minum aman di Indonesia pada 2020 baru mencapai 11,9 persen. Sisanya, 88,1 persen masih terkontaminasi bakteri E Coli serta mengandung TDS, pH, Nitra, dan Nitrit. Akses air minum yang mengandung unsur-unsur itu masuk kategori tidak aman. SELENGKAPNYA

Air Keran Siap Minum Syarat Jadi Negara Maju

ANALISIS | Oleh Ngarto Februana | Peneliti RPK Indonesia

Image
Fasilitas air keran siap minum di negara maju./Picart


Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 pada November nanti, sudah seharusnya para calon bupati, wali kota, dan gubernur menyuarakan program penyediaan "air keran siap minum" gratis setara air mineral kemasan. Kota-kota besar di Indonesia sudah seharusnya menyediakan layanan tersebut. Apalagi jika pemerintahan baru nanti menjalankan program makan siang gratis bagi siswa, di sekolah perlu disediakan air keran siap minum.

Di beberapa kota sudah tersedia fasilitas ini namun jumlahnya sangat sedikit, kecuali Kota Malang dengan 160 titik yang tersebar di ruang publik dan Surabaya 30 titik. Kota lain seperti Jakarta, Bogor, Bandung, Semarang, tersedia kurang dari 10 titik. Di Ibu Kota Negara Nusantara (IKN), pemerintah menyiapkan fasilitas keran air minum. SELENGKAPNYA


Mengapa Air Minum Dinomorduakan

OPINI | Oleh Sugeng Bahagijo | Direktur Eksekutif RPK Indonesia

Image


Sebelum memikirkan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, lebih mendesak memikirkan dan menemukan solusi bagi kota-kota besar Indonesia: Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang, Makasar, Pontianak, Bandung, dan Palembang, dan lain-lain. Kota-kota besar tersebut masih belum layak huni.

Pemilu 2024 dan Pilkada 2024 membuka peluang politik dan peluang perubahan-perubahan menuju Kota Layak Huni (KLH) agar bisa merintis dan melompat tinggi menjadi negara maju.

Solusi Jakarta dan Surabaya untuk berubah dan diubah menjadi Kota Layak Huni (Livable Cities) seharusnya menjadi prioritas pemerintah baru dan semua calon Gubernur Jakarta dalam Pilkada. Kota layak huni wajib menjadi standar karena kita semua ingin menjaga kesehatan warga. SELENGKAPNYA