Jurnal RPK-PKB | Penulis: Tim RPK
Beragam pendapat dan harapan warga kepada Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Anak muda, khususnya dalam rentang usia pencari kerja atau memulai bekerja, berharap PKB dapat lebih fokus pada isu-isu yang relevan dengan mereka, seperti lapangan pekerjaan, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Mereka ingin partai ini dapat menerjemahkan kebutuhan mereka ke dalam program dan kebijakan yang konkret. Lapangan PekerjaanIsu lapangan pekerjaan yang relevan dirasakan Wisnu, 27 tahun. Selesai kuliah, ia sempat menganggur satu tahun. "Berkat program bantuan kerja oleh Kemenaker, saya mendapat pelatihan dan modal kerja." Masih soal lapangan kerja, Jul Siahaan, 30 tahun, berharap mendapat pekerjaan atau "hidup" di pekerjaan tidak lagi menjadi sebuah kesulitan. "Bersekolah tidak lagi disulitkan dengan biaya yang terlalu mahal," ujarnya. Terkait dengan pendidikan, Jul berharap Indonesia dapat meningkatkan kualitas pendidikan di seluruh jenjang, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Hal ini akan mendukung peningkatan sumber daya manusia yang kompetitif. Bersama PKB, kata Jul, "Semoga semakin banyak lapangan pekerjaan tanpa ada batasan usia dan berkurangnya penganggur di Indonesia." Senada dengan Jul Siahaan, Zaenul Habibi, 27 tahun, yang bekerja sebagai pedagang kecil, berharap PKB memberikan jawaban konkret atas permasalahan kalangan informal seperti dirinya. "Semoga ada program-program baru untuk rakyat kecil seperti kemudahan memperoleh pinjaman untuk membuka usaha," kata Zaenul seraya menambahkan, "Kepingin PKB memberi dukungan terhadap perekonomian warung-warung kecil." Terkait pendidikan, ia berharap PKB memperjuangkan pendidikan gratis untuk taman kanak-kanak. Sementara itu, Nandito, 22 tahun, yang mewakili suara mahasiswa era digital saat ini, berharap PKB memberi dukungan lebih kepada mahasiswa yang fokus pada perkembangan teknologi. "Saya berharap PKB mendukung adanya kurikulum pendidikan berbasis teknologi sejak SMP," ujarnya. Di mata Nandito, selama ini PKB adalah salah satu partai yang dekat dan mendukung generasi muda serta partai yang memanfaatkan perkembangan teknologi. "Jadi saya percaya PKB ke depannya bisa menjadi partai yang modern dengan lebih berbasis teknologi informasi sehingga masyarakat khususnya generasi muda lebih mudah mengakses partai PKB, baik memberi masukan maupun meminta bantuan kebijakan," kata Nandito. Menjaga Keindonesiaan dan NKRISebagai partai yang berakar dari tradisi Islam moderat, PKB dinilai banyak kalangan sebagai penyeimbang dalam dinamika politik identitas di Indonesia. Keberadaan partai ini penting untuk memperkuat semangat keberagaman dan pluralisme di Indonesia. PKB memperjuangkan nilai-nilai Islam moderat dan toleran, yang menjadi karakteristik mayoritas umat Islam di Indonesia. Kehadiran partai ini penting untuk menyeimbangkan arus pemikiran politik Islam di Indonesia. Sejumlah warga, khususnya anak muda, berharap PKB dapat kembali menegakkan nilai-nilai dasar yang menjadi landasannya tersebut, seperti nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jama'ah, nasionalisme, dan kebangsaan. Hal ini dianggap penting untuk memperkuat identitas partai. Renata, 18 tahun, mahasiswi, menyampaikan pesan kepada PKB agar dapat terus memperjuangkan kepentingan rakyat, menjaga nilai-nilai Islam yang moderat, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa Indonesia. Harapan senada disampaikan oleh Sigit Ario Nugroho, 31 tahun, yang bekerja sebagai produser di stasiun televisi swasta." Tetaplah menjadi partai yang berpedoman pada agama, selalu memperjuangkan rakyat kecil," kata Sigit. Ia juga berharap PKB dapat terus memperkuat posisinya sebagai partai politik yang berpegang teguh pada prinsip-prinsip Ahlussunnah Wal Jama'ah atau Aswaja, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi kemajuan bangsa Indonesia. Tak lupa Sigit juga menyoroti peran yang melekat pada PKB yaitu sebagai perekat persatuan bangsa, mempromosikan nilai-nilai toleransi, dan memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Keberlanjutan kerukunan itu juga yang diharapkan Petrus Herman, 30 tahun, karyawan swasta. Ia menaruh harapan PKB menjadi partai yang bisa menjangkau seluruh warga Indonesia dengan landasan Pancasila bukan mewakili kaum tertentu saja. "PKB termasuk partai dengan landasan agama terbesar di Indonesia yang konsisten membawa keberlanjutan kerukunan," kata dia. "PKB diharapkan terus mengedepankan semangat kebangsaan dan persatuan, serta memperjuangkan keberagaman sebagai kekuatan bangsa," ujarnya. Menjaga persatuan bangsa patut diapresiasi, demikian kata Kheiko, 20 tahun, mahasiswa, dan, "Tetap konsisten dan transparan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat Indonesia." Melayani Kelas Menengah dan Wong CilikPendapat warga juga menyinggung kedekatan PKB dengan kalangan masyarakat akar rumput, terutama di pedesaan dan kalangan menengah ke bawah. Karena itulah, keberadaan partai ini dinilai penting untuk menjadi saluran aspirasi dan kepentingan masyarakat grassroots. Partai ini pun dinilai berperan penting dalam mendorong pengembangan program-program kesejahteraan bagi masyarakat. Melalui jaringan dan sumber daya NU, PKB bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi kerakyatan. Hal ini setidaknya terungkap dari sejumlah pendapat warga, antara lain Ikhsan, 62 tahun, seorang petani. Dirinya mengaku senang ketika mengetahui PKB mengusulkan dan mengupayakan pupuk gratis. Ikhsan menyebut PKB dekat dengan orang kampung dan ia berharap PKB menjadi partainya wong tani, "Supaya kita para petani kecil seperti saya mendapat bantuan pupuk gratis, benih, dan sarana pertanian." Hampir sama dengan harapan Neylam Zhilva Shalsabila, anggota Forum Genre Kabupaten Tangerang, yang berharap PKB menjadi partainya wong cilik. Ia pun berharap, "Semoga PKB bisa memberikan modal untuk usaha kecil-kecilan." Harapan untuk kesejahteraan itu pun muncul dari pendapat warga, seperti kesan dan pesan dari Tatyana Utami, 32 tahun, karyawati bank. "Semoga PKB bisa menjadi media dan penyampai pesan rakyat sehingga bisa selalu ada di pihak rakyat dan memperjuangkan hal-hal yang bersifat menyejahterakan rakyat Indonesia," ujarnya. Adapun harapan secara umum untuk Indonesia, kata Taty, "Harapannya, pembangunan di berbagai sektor dapat meningkatkan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kesehatan, pendapatan, dan akses terhadap layanan dasar." Hal ini juga diamini oleh Anggita Setya, warga Indonesia yang tinggal di Sydney, yang berharap PKB meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk sistem kesehatan yang lebih baik, akses yang lebih luas ke layanan kesehatan berkualitas. Lebih lanjut Anggita mengharapkan, "PKB menjadi perwakilan yang kuat bagi kepentingan rakyat, dengan fokus pada peningkatan kesejahteraan dan pemerataan pembangunan. PKB diharapkan mampu menjadi wadah perjuangan untuk menciptakan keadilan sosial, terutama bagi kelompok yang rentan dan membutuhkan perlindungan." Memperkuat Kualitas Pemerintah dan AntikorupsiPenilaian warga terhadap PKB sebagai partai anti-korupsi masih beragam dan cenderung belum memuaskan. PKB perlu membuktikan secara lebih konkret komitmennya dalam memberantas korupsi di segala lini. Beberapa contoh konkret tindakan yang dapat diidentifikasi dari PKB dalam upaya pemberantasan korupsi, antara lain pembentukan Badan Anti-Korupsi Internal (BAKI). Tugas badan ini mengawasi dan menindak oknum-oknum kader yang terlibat dalam praktik korupsi. PKB diketahui secara konsisten mendukung upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan oleh lembaga-lembaga antikorupsi seperti KPK. Partai ini juga sering mengecam tindakan-tindakan yang dapat memperlemah peran lembaga tersebut. Renata, 18 tahun, mahasiswi, berharap lebih banyak: PKB mendukung pemberantasan korupsi di semua lini pemerintahan dan menjunjung tinggi transparansi serta akuntabilitas. Begitu juga dengan pesan Rizky Nur Imam, 32 tahun, karyawan sebuah rumah sakit. "Jadilah partai yang benar-benar amanah terhadap janji-janji yang diberikan; jadilah partai yang bersih dari korupsi." Senada namun lebih tegas, Jul Siahaan mengingatkan, "Jangan melakukan tindakan korupsi." Begitu juga dengan Kheiko, 20 tahun, mahasiswa, yang berpesan kepada PKB untuk mendorong pemberantasan semua korupsi dan isu di Indonesia yang ada pada saat ini. "Pesan untuk PKB: tetap berjuang untuk kesejahteraan rakyat, pendidikan, dan kesehatan dengan integritas tinggi, serta selalu menetapkan dan melakukan aksi atas apa yang sudah ditulis dan diucapkan." Menjawab Isu Strategis NasionalHarapan untuk Indonesia ke depan secara umum dan harapan kepada PKB khususnya, warga juga menyinggung isu-isu strategis nasional. Warga menaruh harapan bahwa PKB berupaya untuk menjawab isu-isu strategis nasional dan memastikan pemerataan pertumbuhan serta kemajuan yang berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. Selain isu-isu kerakyatan, Jul Siahaan mengharapkan PKB dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata dalam isu-isu nasional, seperti pembangunan infrastruktur, tata kelola pemerintahan, dan isu-isu strategis lainnya. Sementara itu, Tatyana Utami, menaruh harapan untuk Indonesia ke depan, "Semoga menjadi negara yang terus bisa bersaing dalam berbagai aspek, terus menciptakan dan mengapresiasi generasi-generasi berprestasi." Adapun Petrus Herman menyoroti iklim investasi dan pertumbuhan nasional. Untuk Indonesia ke depan, kata Petrus, "Indonesia dapat menjaga stabilitas politik dan keamanan yang kondusif bagi pembangunan dan kemajuan. Hal ini penting untuk menciptakan iklim investasi yang baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi." Harapan untuk Indonesia ke depan, kata Sigit Ario Nugroho, semoga pemerintah makin memikirkan masyarakat kelas menengah ke bawah. Bisa memberikan kesejahteraan, daripada berlomba-lomba memperkaya diri ataupun kolega masing-masing. "Indonesia akan maju jika masyarakatnya sejahtera," ujarnya. Harapan terhadap Kaderisasi di PKBHadzik, 26 tahun, warga Jakarta, yang bekerja sebagai freelance desainer, mengaku sudah mengenal PKB sejak kecil. Menurut dia, PKB sangat ramah dan terbuka kepada kadernya. "Secara keseluruhan menurut saya PKB adalah partai yang tak akan lepas dari kultur budaya Indonesia yang ramah dan banyak canda gelak tawa," ujarnya. Menyoroti kaderisasi di tubuh partai, "Pesan saya terhadap PKB adalah mengembangkan lebih potensi para kadernya karena kader PKB memiliki potensi berkembang yang jauh lebih besar ketimbang partai lain." Wisnu, 27 tahun, pekerja lepas, mengatakan, "Walaupun partai menengah, PKB memiliki kapasitas profesionalitas seperti partai modern. Saya yakin ke depan PKB akan tumbuh menjadi partai besar dan profesional." Harapan serupa disampaikan Khalik Kurniawan dari Palu, Sulawesi Tengah. Khalik berharap PKB menjadi partai yang humanis, partai yang berkembang, dan menjadi kepercayaan bagi rakyat Indonesia. Akan halnya Anggita Setya mengharapkan PKB menjunjung tinggi nilai keterbukaan dan transparansi dalam menjalankan partai politik, sehingga dapat membangun kepercayaan masyarakat. |
Oleh: Tim RPK
Dalam 26 tahun perjalanannya, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) telah hadir dan berperan penting dalam perpolitikan Indonesia, sekaligus menunjukkan kemampuannya dalam menjaga konsistensi dan kontribusi bagi pembangunan nasional.
PKB didirikan pada 23 Juli 1998 oleh tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama (NU) sebagai partai politik yang memperjuangkan nilai-nilai Islam moderat dan demokrasi. Pendirian PKB merupakan bagian dari upaya NU untuk berperan aktif dalam perpolitikan nasional pasca Orde Baru.
Sejak berdiri, PKB telah menjadi salah satu partai politik berpengaruh di Indonesia. Partai ini telah berhasil meraih kursi di parlemen dalam berbagai pemilu dan pernah mengusung kandidat presiden dan wakil presiden.
Indonesia membutuhkan PKB untuk beberapa alasan penting. Pertama, PKB merawat pluralisme dan multikulturalisme Indonesia. PKB adalah partai Islam yang penting di Indonesia, yang berperan penting dalam mempersatukan bangsa yang multikultural.¹ PKB memperjuangkan nilai-nilai Islam moderat dan toleran, yang menjadi karakteristik mayoritas umat Islam di Indonesia. Sebagai partai yang berakar dari NU, PKB memegang teguh komitmen terhadap Pancasila, NKRI, demokrasi, multikultural, dan pluralisme di Indonesia. Untuk itulah, PKB bisa menjadi inisiator bagi partai Islam lain untuk menjadi garda terdepan menjaga multikulturalisme di Indonesia.²
”Bersiteguhlah menjadi pemersatu dan perawat kemajemukan, serta penegak prinsip-prinsip toleransi,” kata Muhaimin Iskandar pada Harlah PKB ke-25 di Solo, 23 Juli 2023.
Pendiri PKB Abdurrahman Wahid alias Gus Dur meneladankan pluralisme, yang menjadi elan perjuangan PKB bahwa PKB harus menjunjung kejujuran dan meraih kemenangan. Gus Imin meneruskan langkah Gus Dur untuk menjadikan PKB partai modern, profesional, kompeten, untuk memenangkan rakyat.
"Bersiteguhlah menjadi pemersatu dan perawat kemajemukan,
serta penegak prinsip-prinsip toleransi.”
-- Muhaimin Iskandar
Kedua, PKB menjembatani kepentingan masyarakat grassroots. PKB memiliki kedekatan dan kepercayaan kuat dari kalangan masyarakat akar rumput, terutama di pedesaan dan kalangan menengah ke bawah. Keberadaan partai ini penting untuk menjadi saluran aspirasi dan kepentingan masyarakat grassroots. Bisa dikatakan bahwa sehari-hari PKB bersama warga dan melayani warga.
Ketiga, PKB independen dari pengaruh dan kekuasaan oligarki. Partai yang independen dari kelompok oligarki berperan menjaga keseimbangan kekuasaan di parlemen. Mereka dapat menjadi penyeimbang dan pengontrol terhadap dominasi partai-partai besar yang terafiliasi dengan oligarki (Suftyadi, Heniarti, & Nu'man, 2023).³ Partai yang bebas dari pengaruh oligarki dapat lebih fokus memperjuangkan kepentingan masyarakat, bukan hanya kepentingan kelompok tertentu (Yuan & Chang, 2021). Mereka dapat menjadi suara bagi kelompok-kelompok marginal yang tidak terakomodasi oleh partai-partai besar (Brantlinger, 2022).
Jika Indonesia tidak memiliki PKB, dampak yang mungkin terjadi antara lain hilangnya representasi politik umat Islam moderat. Suara dan aspirasi umat Islam moderat yang mengusung nilai-nilai toleransi, kebangsaan, dan demokrasi akan kurang terwakili di kancah politik nasional. Hal ini dapat menyebabkan dominasi arus pemikiran Islam politik yang lebih konservatif atau ekstrem.
Kedua, melemahnya penguatan tradisi kebangsaan dan demokrasi. PKB selama ini menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat komitmen terhadap Pancasila, NKRI, dan demokrasi. Tanpa partai ini, upaya untuk menjaga dan mengembangkan tradisi kebangsaan dan budaya demokrasi akan menghadapi tantangan lebih besar.
Ketiga, berkurangnya saluran aspirasi masyarakat grassroots. Keempat, kurangnya penyeimbang dalam dinamika politik identitas. Sebagai partai yang berakar dari tradisi Islam moderat, PKB menjadi penyeimbang penting dalam dinamika politik identitas di Indonesia. Tanpa PKB, dominasi dan polarisasi politik berdasarkan identitas dapat mengancam persatuan dan keberagaman.&sup4;
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, pada tasyakuran Hari Ulang Tahun PKB ke-26 dan Musyawarah Kerja Nasional (Muskernas) di Jakarta Convention Center, Jakarta, 23 Juli 2024, menyampaikan rasa syukur kepada seluruh konstituen di Pemilu 2024 karena perolehan suara PKB naik secara signifikan. PKB mendapat penambahan kursi, baik tingkat DPR RI, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten.
Berdasarkan hasil rekapitulasi Pemilihan Legislatif (Pileg) DPR RI 2024 yang dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), PKB berhasil meraih 16.115.655 suara atau 10,62% dari total suara sah nasional yang mencapai 151.796.630 suara. Perolehan suara tersebut naik 0,93% dibandingkan Pemilu 2019, di mana PKB meraih 13.570.097 suara atau 9,69%. Dengan perolehan itu, PKB meraih 68 kursi di DPR RI dari sebelumnya 58 kursi. Perolehan suara PKB untuk DPRD tingkat 1 dan DPRD tingkat 2, meningkat dari 1.700 pada Pemilu 2019 menjadi 2.114.
PKB mampu merebut hati masyarakat yang selama ini bukan kantong NU seperti Nusa Tenggara Timur, Samosir, dan lain-lain. Di Jawa Barat, seperti dilaporkan Ketua DPW PKB Jawa Barat, Syaiful Huda, suara PKB meningkat lebih dari satu juta dibandingkan Pemilu 2019. Kenaikan ini juga tercermin dalam perolehan suara PKB di DPRD, seperti di Kabupaten Bekasi perolehan kursi PKB naik dari 1 menjadi 7, dan di Kabupaten Bandung dari 6 menjadi 12 kursi. PKB memperoleh 1 kursi di DPR RI dari Sumatera Barat, sementara di DPRD Provinsi Sumatera Barat, PKB mendapatkan 4 kursi. Di Aceh, PKB meraih 2 kursi untuk DPR RI, sebelumnya hanya 1 kursi pada Pemilu 2019. Di tingkat DPR Aceh (DPRA), PKB meraih 9 kursi, meningkat dari hanya 3 kursi pada Pemilu 2019. Selain itu, PKB juga meraih kursi pimpinan dewan di beberapa kabupaten/kota di Aceh.
Kepemimpinan Muhaimin Iskandar sebagai Ketua Umum PKB dinilai sebagai faktor kenaikan perolehan suara di Pemilu 2024. Survei Median menunjukkan bahwa Gus Muhaimin mampu menguatkan citra PKB sebagai partai Islam moderat yang terbuka, inklusif, toleran, sehingga menarik pemilih lintas agama, suku, dan golongan. Hal ini juga disampaikan oleh K.H. Imam Jazuli, pengasuh Pondok Pesantren Bina Insan Mulia Cirebon pada Harlah PKB ke-26, di JCC Senayan, Jakarta Pusat, 23 Juli 2024. “PKB punya ketua umum yang cerdas dan energik sehingga prestasi PKB terus meningkat. Gus Imin banyak akal dan bijaksana sehingga prestasi PKB terus meningkat dari tingkat nasional sampai ke bawah,” ujar Imam Jazuli.
“NU struktural bisa diciptakan oleh siapa saja,
tetapi yang terpenting adalah
bagaimana NU kultural tetap bersatu memenangkan PKB"
--K.H. Imam Jazuli, Pengasuh Ponpes Bina Insan Mulia Cirebon
Kekuatan PKB terutama justru di masyarakat kultural NU sebagai basis pemilih tradisionalnya. Hal ini seperti ditandaskan K.H. Imam Jazuli di Harlah PKB ke-26. “NU struktural bisa diciptakan oleh siapa saja, NU struktural boleh ada desain, tetapi yang terpenting adalah bagaimana NU kultural tetap bersatu memenangkan PKB sebagai satu-satunya partai yang dengan jelas dan tegas memperjuangkan akidah ahlu sunnah wal jama’ah,” ujar Imam Jazuli.
Perolehan suara PKB pada Pemilu 2024 disebut-sebut juga berkat program-program yang diusung, antara lain (1) mengoptimalkan peran Perempuan Bangsa dalam pemberdayaan perempuan di berbagai sektor; (2) Kolaborasi dengan partai lain untuk memperluas basis dukungan dan meningkatkan perolehan suara melalui sinergi program dan kampanye bersama; (3) memperkuat infrastruktur partai di berbagai daerah untuk memastikan mesin politik bekerja efektif dan efisien dalam menjangkau pemilih. Ini termasuk pelatihan kader, peningkatan kapasitas organisasi, dan strategi komunikasi yang lebih baik.
PKB juga berfokus pada program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat di tingkat akar rumput. Hal ini termasuk pemberdayaan ekonomi lokal, peningkatan kualitas pendidikan, dan layanan kesehatan yang lebih baik. Dengan demikian, PKB berusaha untuk menjawab isu-isu yang relevan bagi konstituen mereka. Beberapa dapat dicatat antara lain (1) Pemberantasan kemiskinan hingga mendekati nol dalam 10 tahun; (2) Meningkatkan dana untuk desa menjadi Rp 5 Miliar per desa; (3) Memperbesar subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus untuk sepeda motor dan angkutan umum. Dengan mengandalkan program-program tersebut, PKB dapat meningkatkan elektabilitas dan perolehan suara mereka pada Pemilu 2024.
Keikutsertaan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai calon wakil presiden mendampingi Anies Baswedan di Pilpres 2024 dinilai berkontribusi meningkatkan perolehan suara PKB pada Pemilu 2024. Posisi Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden memberikan visibilitas nasional yang lebih besar bagi PKB, yang berpotensi meningkatkan popularitas partai dan menarik lebih banyak pemilih.
PKB, melalui Fraksi Kebangkitan Bangsa, terlibat aktif dalam reformasi legislatif dan konstitusional di Indonesia. Mereka telah berkontribusi pada pembahasan sistem pemerintahan, otonomi daerah, dan reformasi kelembagaan. Fraksi PKB memainkan peran kunci dalam mengesahkan undang-undang strategis seperti UU Pesantren, UU Desa, dan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual.
Fraksi PKB memainkan peran penting dalam memberlakukan UU Pesantren, mengadvokasi kepentingan pesantren dan memastikan mereka menerima pengakuan dan dukungan sebagai lembaga pendidikan penting di Indonesia. Mereka bekerja untuk memastikan undang-undang tidak hanya mengatur pendidikan tetapi juga memberikan dukungan keuangan dan pengakuan formal atas kontribusi pesantren terhadap pengembangan sumber daya manusia.
PKB berperan penting dalam mengadvokasi UU Desa untuk memberikan otonomi lebih kepada desa-desa di Indonesia dan memastikan penggunaan dana yang transparan. Mereka menekankan pentingnya memberdayakan masyarakat desa melalui pengelolaan anggaran yang lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan kepala desa untuk mengurangi korupsi dan memperbaiki tata kelola pemerintahan.
Selama proses legislasi UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), Fraksi PKB telah menunjukkan dedikasinya terhadap hak asasi manusia dan keadilan sosial dengan bekerja sama dengan fraksi lain untuk meningkatkan perlindungan bagi korban kekerasan seksual dan memberikan hukuman setimpal kepada pelaku. PKB juga mengadvokasi pendekatan yang peka terhadap korban dan proses hukum yang adil dan transparan.
Catatan Kaki:
1. Lihat Nevy Rusmarina Dewi, Ahmad Sholahuddin. 2020. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam Menjawab Tantangan Multikultural di Indonesia: Studi Kasus Papua. Jurnal Pemikiran Politik Islam, Vol. 3 No. 1 Tahun 2020. Hlm. 61.
2. Ibid. Hlm 70.
3. Suftyadi, A. R., Heniarti, D. D., & Nu'man, A. H. (2023). Oligarchic Politics in the Context of a Democratic Rule of Law in Relation to the Principle of Expediency. Journal of Legal Studies, 32, 67-77.
4. Alvian, R. A., & Ardhani, I. (2023). The Politics of Moderate Islam in Indonesia: Between International Pressure and Domestic Contestations. Al-Jami'ah: Journal of Islamic Studies.