Image
Ilustrasi konsep mobilitas di udara kota/@classcentral

Strategi Meningkatkan Daya Saing Jasa Industri, Belajar dari Pengalaman Jerman

ANALISIS | Penulis: NGARTO FEBRUANA | Peneliti RPK | Published: 26 Desember 2024 |

Fase II (2030-2034) peta jalan pengembangan jasa industri tahun 2025 hingga 2045, seperti disampaikan Wamenperin Faisol Riza beberapa waktu lalu, berfokus meningkatkan daya saing jasa industri untuk kinerja sektor manufaktur. Pengalaman Jerman dalam meningkatkan daya saing jasa industri bisa menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia.

Jerman dikenal sebagai negara yang memiliki kemampuan manufaktur canggih dan keahlian teknik, khususnya dalam menyediakan layanan industri berkualitas tinggi. Negara ini telah membangun reputasi kuat di bidang teknologi otomasi, robotika, dan konsep transformatif Industri 4.0. Istilah ini merujuk pada tren otomasi dan pertukaran data yang sedang berlangsung dalam teknologi manufaktur, yang mencakup sistem siber-fisik, Internet of Things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif.

Merintis Layanan Industri

Reputasi Jerman dalam industri sekarang tidak datang tiba-tiba. Sejak beberapa dekade lalu, Jerman sudah merintis layanan industri untuk mendorong kinerja sektor manufaktur melalui berbagai langkah strategis dan kebijakan. Setelah Perang Dunia II, Jerman melakukan reformasi ekonomi, termasuk penguatan industri manufaktur.

Program Marshall membantu merekonstruksi dan memodernisasi infrastruktur industri. Program ini menyediakan bantuan finansial besar sehingga memungkinkan Jerman segera memulihkan ekonomi yang hancur akibat perang. Sekitar 40% dari total bantuan Program Marshall dialokasikan untuk sektor infrastruktur, termasuk infrastruktur industri. Bantuan finansial juga untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak untuk meningkatkan konektivitas dan efisiensi dalam distribusi barang dan bahan baku. Pada akhirnya ini menciptakan dasar bagi pertumbuhan industri yang cepat.

Bantuan finansial itu dipergunakan oleh banyak perusahaan untuk memperbarui mesin dan peralatan. Ini berdampak signifikan dalam meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas produk yang mendorong investasi dalam sektor industri dan pada akhirnya memungkinkan industri Jerman bersaing di pasar global.

Institusi Riset dan Pengembangan

Faktor lain adalah investasi besar dalam riset dan pengembangan (R&D). Komitmen Jerman terhadap R&D di bidang-bidang penting ini terus mendorong kemajuan yang menguntungkan ekonomi dan berimplikasi luas bagi pasar internasional. Negara ini berinvestasi besar dalam inisiatif R&D, yang mendorong kolaborasi antara universitas, lembaga penelitian, dan pelaku industri. Ekosistem kolaboratif ini mendorong pengembangan teknologi dan metodologi baru yang dapat diadopsi secara global, yang selanjutnya memperkuat status Jerman sebagai pemimpin dalam inovasi industri.

Beberapa institusi R&D di Jerman yang berperan penting memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dan berkontribusi pada inovasi yang mendukung sektor industri dan ekonomi, antara lain Max Planck Society. Lembaga penelitian terkemuka ini berfokus pada penelitian dasar fisika, biologi, dan ilmu sosial. Lembaga lain, Fraunhofer Society, dikenal karena penelitian terapan, yang memiliki banyak institute yang bekerja di berbagai sektor, seperti teknologi informasi, energi, dan material. Banyak teknologi yang dikembangkan oleh Fraunhofer, seperti sistem sensor dan teknologi pemrosesan material, telah diadopsi oleh perusahaan swasta. Mereka bekerja sama dengan industri untuk mengomersialkan penemuan.

RWTH Aachen University dikenal sebagai salah satu universitas teknik terkemuka di Eropa, yang memiliki banyak proyek penelitian yang berkolaborasi dengan industri. Penelitian di RWTH dalam bidang otomotif dan teknik mesin telah menghasilkan inovasi yang diadopsi oleh produsen mobil dan perusahaan teknik. Salah satu penemuan RWTH Aachen University yang kemudian diproduksi oleh swasta adalah StreetScooter, yakni kendaraan listrik yang dirancang untuk pengantar dan pengiriman barang. Proyek ini dimulai di RWTH Aachen dan kemudian diproduksi oleh perusahaan StreetScooter GmbH. Mobil ini digunakan oleh beberapa perusahaan, termasuk Deutsche Post DHL, untuk layanan pengiriman ramah lingkungan. Meskipun produksi kendaraan baru telah dihentikan, mereka terus memanfaatkan armada yang ada untuk layanan pengiriman ramah lingkungan. Deutsche Post DHL masih menggunakan sekitar 10.000 unit StreetScooter dalam operasional pengiriman mereka.

Kamera Leica, produk terkenal lain, merupakan penemuan dari universitas di Jerman. Kamera Leica dikenal karena kualitas gambar yang tinggi dan inovasi dalam desain kamera kecil. Sementara itu, Fraunhofer Institute for Solar Energy Systems, berinovasi dalam panel surya dan teknologi penyimpanan energi yang telah dikomersialkan oleh berbagai perusahaan energi.

Pendidikan Vokasional Mencetak Tenaga Kerja Terampil

Kontribusi sumber daya manusia merupakan faktor penting. Jerman telah membangun sistem pendidikan dan pelatihan kejuruan yang tangguh, yang disebut sistem pendidikan ganda. Pendekatan inovatif ini memadukan pendidikan teori yang diberikan di sekolah dengan pelatihan praktik yang dilakukan di dalam perusahaan. Hasilnya, sistem ini secara efektif menghasilkan tenaga kerja terampil yang memenuhi tuntutan industri.

Sistem pendidikan ganda meningkatkan daya kerja lulusan dan memastikan bahwa mereka memiliki kompetensi yang dibutuhkan pemberi kerja. Dengan menggabungkan pembelajaran di kelas dengan pengalaman langsung, siswa lebih siap untuk bertransisi ke dunia kerja.

Model ini terbukti sangat berhasil dalam membekali individu dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam bidang yang berkembang pesat seperti teknologi informasi dan kecerdasan buatan. Pendekatan strategis terhadap pendidikan ini berfungsi sebagai cetak biru yang berharga bagi negara-negara lain yang ingin meningkatkan sistem pelatihan kejuruan mereka.

Pendidikan menengah kejuruan (Sekundarstufe II) di Jerman berusaha untuk mempersiapkan siswa menghadapi tantangan industri modern dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan yang relevan dalam AI, otomasi, dan robotika.

Siswa belajar tentang prinsip dasar dan aplikasi teknologi ini dalam konteks industri. Sekolah menengah kejuruan sering bekerja sama dengan perusahaan untuk menyediakan pelatihan praktis. Siswa dapat belajar langsung menggunakan teknologi AI dan robotika di lingkungan industri. Beberapa program kejuruan menawarkan sertifikasi dalam bidang otomasi dan robotika, memberikan siswa keterampilan yang diakui di pasar kerja. Dengan penekanan pada pendidikan dalam sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), siswa didorong untuk memahami konsep-konsep yang mendasari AI dan robotika.

Ada inisiatif di tingkat negara bagian dan federal untuk memperkenalkan lebih banyak pendidikan teknologi, termasuk AI, di sekolah-sekolah. Ini termasuk kompetisi dan proyek yang mendorong siswa untuk berinovasi dengan teknologi terbaru.

Sementara itu, pendidikan tinggi di Jerman mencetak profesional di bidang AI dan robotika melalui berbagai program pendidikan dan penelitian yang terintegrasi. Banyak universitas menawarkan program sarjana dan pascasarjana khusus dalam AI, robotika, dan bidang terkait, seperti ilmu komputer, teknik elektronik, dan teknik mesin. Program ini mencakup teori dasar, algoritma pembelajaran mesin, pemrograman, dan praktik dalam robotika.

Universitas terkemuka di Jerman yang menawarkan program unggulan di bidang AI dan robotika antara lain Technische Universität München (TUM), RWTH Aachen University, Universität Stuttgart, Karlsruher Institut für Technologie (KIT), Universität Mannheim, Technische Universität Berlin, dan Friedrich-Alexander-Universität Erlangen-Nürnberg.

Rata-rata universitas yang menawarkan program khusus AI dan robotika memiliki proyek inovatif dan laboratorium penelitian. Ini memungkinkan mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proyek penelitian. Universitas menyediakan akses ke perangkat keras dan perangkat lunak canggih untuk penelitian dan pengembangan di bidang AI dan robotika. Universitas bekerja sama dengan industri dan lembaga penelitian untuk mengembangkan solusi nyata dan teknologi inovatif dan pemagangan mahasiswa untuk terlibat dalam proyek yang dikerjakan bersama perusahaan untuk mempersiapkan mereka untuk tuntutan industri. Beberapa universitas memiliki inkubator bisnis yang mendukung mahasiswa untuk mengembangkan ide mereka menjadi produk dan perusahaan.

Dengan pendekatan yang komprehensif ini, universitas di Jerman berhasil mencetak profesional yang terampil dan siap menghadapi tantangan di bidang AI dan robotika, berkontribusi pada inovasi dan kemajuan teknologi.

Adopsi Teknologi AI di Jasa Industri

Adopsi teknologi AI dalam layanan industri untuk sektor manufaktur di Jerman berkontribusi besar terhadap peningkatan efisiensi, pengurangan biaya, dan inovasi, yang semuanya berperan dalam memperkuat daya saing di pasar global.

AI berkontribusi dalam meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya operasional. Ini membantu perusahaan manufaktur untuk fokus pada inovasi dan pengembangan produk. AI juga dimanfaatkan untuk pemeliharaan prediktif. Dengan analisis data dan algoritma pembelajaran mesin, AI dapat memprediksi kapan mesin dan peralatan memerlukan pemeliharaan. Ini mengurangi downtime dan meningkatkan produktivitas. Untuk optimasi rantai pasokan, AI dapat menganalisis data besar untuk mengoptimalkan rantai pasokan, meramalkan permintaan, dan mengelola inventaris dengan lebih efisien, membantu perusahaan mengurangi biaya dan meningkatkan respons terhadap perubahan pasar. AI mendukung pengembangan produk baru dengan menganalisis tren pasar dan preferensi pelanggan, serta mempercepat proses desain dan pengujian. AI dapat digunakan untuk meningkatkan kontrol kualitas dan keamanan produk dengan menganalisis data dan mendeteksi anomali dalam proses produksi.

Beberapa perusahaan Jerman yang sukses menerapkan AI dalam antara lain Siemens, BMW, Bosch, Volkswagen, dan Daimler. Siemens menggunakan AI dalam otomatisasi pabrik dan analisis data besar untuk meningkatkan efisiensi produksi. Mereka mengembangkan platform digital, Siemens MindSphere, yang memungkinkan perusahaan untuk menghubungkan mesin dan perangkat untuk analisis data real-time.

BMW menerapkan AI di pabriknya untuk meningkatkan proses produksi dan kualitas. Mereka menggunakan sistem AI untuk pemeliharaan prediktif, yang membantu mencegah kerusakan mesin sebelum terjadi, meningkatkan waktu operasional. Bosch menerapkan AI dalam berbagai aspek produksi, termasuk pemantauan kualitas dan optimasi rantai pasokan. Mereka menggunakan teknologi AI untuk menganalisis data dari proses produksi dan memberikan umpan balik untuk perbaikan. Volkswagen memanfaatkan AI untuk merancang dan memproduksi kendaraan dengan lebih efisien. Mereka menggunakan algoritma pembelajaran mesin untuk analisis data produksi dan pengembangan produk baru. Daimler menggunakan AI dalam proses perakitan untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan. Mereka juga menerapkan AI untuk analisis data pelanggan dan pengembangan layanan baru.

Perusahaan-perusahaan ini menunjukkan bagaimana penerapan teknologi AI dapat meningkatkan efisiensi, kualitas, dan inovasi dalam proses manufaktur, membantu mereka tetap kompetitif di pasar global.

Pelajaran Berharga bagi Indonesia

Indonesia dapat memetik pelajaran berharga dari pengalaman dan praktik terbaik Jerman dalam meningkatkan daya saing layanan industri untuk sektor manufaktur sebagai berikut.

1. Pembangunan Infrastruktur Industri

Jerman berinvestasi besar pada infrastruktur yang mendukung manufaktur, seperti listrik, transportasi, dan fasilitas digital. Infrastruktur yang baik meningkatkan efisiensi distribusi barang dan bahan baku. Indonesia dapat mempercepat pembangunan infrastruktur berbasis digital seperti kawasan industri terpadu dengan jaringan IoT dan platform analitik data untuk mendukung otomasi.

2. Investasi dalam Riset dan Pengembangan (R&D)

Kolaborasi antara universitas, lembaga riset, dan industri di Jerman menciptakan inovasi teknologi yang mendunia. Pemerintah Indonesia bisa meningkatkan pendanaan R&D dan mendorong kerja sama antara akademisi dan pelaku usaha untuk menghasilkan solusi industri yang inovatif.

3. Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan

Sistem pendidikan ganda di Jerman berhasil mencetak tenaga kerja terampil yang memenuhi kebutuhan industri. Indonesia dapat mengadopsi pendekatan ini dengan memperkuat program vokasional dan kerja sama dengan perusahaan lokal untuk memberikan pelatihan berbasis praktik langsung.

Sistem pendidikan ganda di Jerman berhasil mencetak tenaga kerja terampil yang memenuhi kebutuhan industri. Indonesia dapat mengadopsi pendekatan ini dengan memperkuat program vokasional dan kerja sama dengan perusahaan lokal untuk memberikan pelatihan berbasis praktik langsung.

Indonesia dapat belajar banyak dari sistem pendidikan Jerman dalam mempersiapkan tenaga kerja yang ahli di bidang teknologi AI, otomasi, dan robotika. Indonesia bisa membangun program pemagangan di sektor industri berbasis AI dan robotika untuk siswa SMK. Memberikan sertifikasi kejuruan dalam bidang teknologi otomatisasi yang diakui secara nasional dan internasional.

Jerman menanamkan dasar-dasar AI, algoritma, dan robotika dalam kurikulum STEM sejak dini. Indonesia bisa mengintegrasikan modul pembelajaran AI dan otomasi ke dalam kurikulum matematika, teknik, dan sains di tingkat SMA dan SMK. Penting juga Indonesia menyelenggarakan kompetisi berbasis teknologi, seperti pembuatan robot atau aplikasi AI, untuk mendorong inovasi di kalangan pelajar.

Universitas di Jerman menawarkan program khusus AI dan robotika dengan laboratorium canggih dan proyek kolaborasi dengan industri. Untuk mempercepat menghasilkan profesional AI dan otomasi, Indonesia perlu mendorong universitas membuka program studi khusus AI, robotika, dan otomasi dengan fokus pada pembelajaran berbasis proyek. Saat ini beberapa universitas terkemuka Indonesia memasukkan AI sebagai spesialisasi di program studi ilmu komputer, bukan program studi atau jurusan khusus AI.

Jerman memiliki inisiatif tingkat negara bagian dan federal untuk memperkenalkan pendidikan teknologi termasuk AI di sekolah-sekolah. Pemerintah Indonesia dapat meluncurkan inisiatif nasional untuk pendidikan AI, seperti pendanaan proyek sekolah dan universitas untuk mengembangkan kurikulum berbasis teknologi.

Dengan adopsi strategi ini, Indonesia bisa mencetak tenaga kerja terampil di bidang AI dan robotika, meningkatkan daya saing global, dan mempersiapkan ekonomi nasional untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

4. Adopsi Teknologi AI dan Otomasi

Dalam mengadopsi teknologi AI, perusahaan Jerman memanfaatkan AI untuk pemeliharaan prediktif, pengelolaan rantai pasokan, dan inovasi produk, yang meningkatkan efisiensi dan daya saing. Indonesia perlu memprioritaskan pengembangan dan adopsi teknologi AI dalam manufaktur melalui insentif bagi perusahaan yang mengadopsi teknologi berbasis AI dan IoT.

5. Fokus pada Keberlanjutan

Praktik berkelanjutan seperti penggunaan energi terbarukan dan pengurangan limbah membantu Jerman tetap relevan dalam industri global. Indonesia dapat menerapkan standar keberlanjutan dalam proses manufaktur dan memberi insentif kepada perusahaan yang berkontribusi pada pelestarian lingkungan.

6. Kemitraan Publik-Swasta

Kemitraan antara sektor publik dan swasta di Jerman mendukung keberhasilan kebijakan industri mereka. Indonesia dapat mendorong kemitraan ini untuk mempercepat implementasi transformasi digital di sektor manufaktur.

Dengan belajar dari pengalaman Jerman, Indonesia dapat meningkatkan daya saing sektor manufaktur melalui adopsi teknologi AI, investasi dalam R&D, dan pengembangan tenaga kerja terampil. Langkah-langkah ini akan mempersiapkan Indonesia menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan mencapai visi pembangunan nasional.

Referensi:

  1. Kagermann, H., Wahlster, W., & Helbig, J. (2013). Securing the Future of German Manufacturing Industry: Recommendations for Implementing the Strategic Initiative INDUSTRIE 4.0. Forschungsunion.
  2. Acatech. (2015). Industrie 4.0 Maturity Index. National Academy of Science and Engineering.
  3. German Federal Ministry for Economic Affairs and Energy (BMWi). (2020). The Future of German Industry 2030.
  4. McKinsey & Company. (2018). The rise of Digital Manufacturing: Industry 4.0 in Germany. McKinsey Insights.
  5. World Economic Forum. (2021). Global Lighthouse Network: Unlocking Sustainability through Technology.
  6. Schwab, K. (2016). The Fourth Industrial Revolution. World Economic Forum.
  7. Max Planck Society. (2023). Research for the Future. https://www.mpg.de
  8. Fraunhofer Society. (2023). Applied Research That Drives Economic Development. https://www.fraunhofer.de
  9. Siemens MindSphere. (2023). Digital Transformation in Industry. https://www.siemens.com
  10. BMW Group. (2023). AI in Manufacturing. https://www.bmwgroup.com

Artikel Lain:

Harmonisasi Regulasi dengan Pengembangan SDM untuk Ekosistem Jasa Industri
Potensi dan Tantangan Taksi Terbang untuk Konektivitas di Indonesia
Keunggulan dan Tantangan Bansos Pemberdayaan Masyarakat
Prospek Cerah Pipa Seamless, 11 Rekomendasi untuk Pemerintah dan Swasta
Sritex, Belajarlah dari Korea Selatan Selamatkan Hyundai dan Samsung
Sebelum Pailit, Ekspor Sritex Turun Drastis, Ini Penyebabnya
Indonesia Bisa Tiru 5 Negara Ini untuk Selamatkan Sritex
Langkah Selamatkan Sritex, Atasi Krisis Bahan Baku
Artikel Lain