Wakil Menteri Perindustrian Indonesia, Faisol Riza, menyoroti potensi besar untuk pengembangan berkelanjutan industri kosmetik nasional, yang diproyeksikan tumbuh dari $8,09 miliar pada tahun 2023 menjadi $9,17 miliar pada tahun 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh minat yang meningkat terhadap produk kecantikan, dengan jumlah bisnis kosmetik meningkat dari 1.039 menjadi lebih dari 1.200 pada tahun 2024 (Antaranews).
Sektor ini diperkirakan tumbuh 4,02% per tahun, dengan produk perawatan pribadi memimpin pasar. Wamenperin menekankan pentingnya adopsi teknologi modern dan praktik ramah lingkungan. Indonesia juga memiliki potensi sebagai sumber bahan kosmetik alami, dengan pasar kosmetik alami diproyeksikan mencapai $251 juta pada tahun 2024. Selain itu, industri kosmetik didorong untuk terlibat dalam pasar produk halal, didukung oleh inisiatif pemerintah. Kementerian Perindustrian memberikan penghargaan kepada PT Paragon Technology and Innovation atas kontribusinya terhadap inovasi.
Kinerja ekspor industri kosmetik Indonesia diperkirakan mencapai USD 1,94 miliar pada tahun 2024, dengan nilai ekspor dari Januari hingga November 2023 sebesar USD 770,8 juta. Perusahaan seperti PT Mustika Ratu Tbk telah memperluas jangkauan ekspor mereka dari 40 menjadi 43 negara pada tahun 2024.
Ekspor kosmetik Indonesia ditujukan ke pasar internasional, terutama di Asia Tenggara. Thailand menyumbang 18,89% dari total ekspor, diikuti Singapura dengan 16,58%. Permintaan kosmetik halal di Malaysia sangat kuat, menjadikannya pasar ekspor utama. Destinasi penting lainnya termasuk Filipina, Jepang, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, Vietnam, Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan.
Indonesia menghadapi persaingan ketat di pasar kosmetik global. Thailand memiliki industri kosmetik yang berkembang pesat dengan produk berkualitas tinggi dan berkolaborasi dengan Indonesia, seperti dalam acara "Thailand Cosmetics & Personal Care Business Matching." Malaysia juga kompetitif, terutama di segmen kosmetik halal, bersaing langsung dengan produk Indonesia. Sementara itu, Korea Selatan sebagai pusat inovasi semakin memperketat persaingan bagi merek Indonesia.
Jepang adalah pemain utama dalam industri kosmetik global, yang berfokus pada kualitas dan teknologi. Produk Jepang dianggap premium dan memiliki loyalitas pelanggan yang tinggi. China adalah pasar besar dan kompetitif untuk kosmetik, dengan banyak merek internasional berinvestasi dan produk lokal yang berkembang, menantang produk kosmetik Indonesia. Uni Emirat Arab, sebagai pusat perdagangan di Timur Tengah, adalah pasar menarik bagi produk kosmetik Indonesia, meskipun produk dari negara lain sangat kompetitif.
Kompetisi dari negara-negara tersebut mendorong industri kosmetik Indonesia untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk agar dapat bersaing di pasar global.
Mengoptimalkan pasar kosmetik halal dapat meningkatkan daya saing Indonesia, yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia. Produksi dan pemasaran produk halal akan menarik perhatian konsumen domestik dan internasional.
Pelaku industri, terutama Usaha Kecil dan Menengah (UKM), dapat menerapkan strategi dengan fokus pada pengembangan produk berkualitas tinggi menggunakan bahan baku lokal yang alami dan aman. Strategi ini meningkatkan daya tarik produk dan memastikan kepatuhan terhadap standar internasional yang ketat.
Penting untuk mendorong penelitian dan pengembangan produk inovatif. Investasi dalam teknologi dan produk berbasis bahan alami akan membantu produk Indonesia bersaing di pasar global.
Sertifikasi dan standar internasional sangat penting. Sertifikasi yang diakui, seperti halal dan organik, dapat meningkatkan kepercayaan konsumen global terhadap produk kosmetik Indonesia.
Selain itu, strategi pemasaran yang efektif harus dieksplorasi. Menargetkan konsumen internasional melalui media sosial dan e-commerce akan memperluas jangkauan pasar. Edukasi tentang keunggulan produk lokal juga penting.
Kemitraan dengan distributor dan retailer di negara tujuan ekspor dapat memperluas jangkauan pasar. Pameran internasional dan acara bisnis juga efektif untuk memperkenalkan produk ke pasar global.
Peningkatan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan pasar internasional sangat penting, termasuk investasi dalam fasilitas yang lebih efisien.
Terakhir, dukungan pemerintah melalui pelatihan, pendampingan, dan akses informasi pasar sangat penting. Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian memiliki program untuk membantu UKM kosmetik meningkatkan daya saing.
Dengan strategi ini, industri kosmetik Indonesia dapat meningkatkan daya saing di pasar global dan memanfaatkan potensi besar.
Sumber dan Referensi:
Prospek Cerah Pipa Seamless, 11 Rekomendasi untuk Pemerintah dan Swasta
Sritex, Belajarlah dari Korea Selatan Selamatkan Hyundai dan Samsung
Sebelum Pailit, Ekspor Sritex Turun Drastis, Ini Penyebabnya
Indonesia Bisa Tiru 5 Negara Ini untuk Selamatkan Sritex
Langkah Selamatkan Sritex, Atasi Krisis Bahan Baku
Artikel Lain