office@rpk-indonesia.org

081367804001

PKB Usung Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim untuk Pilkada Jawa Timur

Penulis: Tim RPK |

Keterlibatannya yang aktif dalam berbagai isu sosial, menjadikan Luluk sebagai kandidat yang tangguh untuk jabatan gubernur.

Luluk Nur Hamidah, tokoh politik terkemuka di Indonesia, diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk mencalonkan diri sebagai gubernur Jawa Timur dalam pemilihan daerah 2024 mendatang. Pasangan Luluk Nur Hamidah dan Lukmanul Khakim telah mendaftar di KPUD Jawa Timur pada Kamis, 29 Agustus 2024.

Pencalonannya merupakan bagian dari kebijakan partai untuk mengangkat pemimpin perempuan. Wakil Ketua Umum DPP PKB, Jazilul Fawaid, menjelaskan alasan partainya mengusung Luluk . "Kenapa kita pilih Luluk? Pertama, karena kami melihat figur yang tampil di Jatim semuanya perempuan," kata Jazilul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, seperti dikutip ANTARA.

Luluk akan berkompetisi dengan perempuan terkemuka lainnya seperti Khofifah Indar Parawansa dan Tri Rismaharini dalam pencalonan tersebut. Latar belakang Luluk yang luas dalam kesejahteraan sosial, isu lingkungan, dan pemberdayaan telah memposisikannya sebagai pesaing kuat untuk peran politik yang signifikan ini.

Lahir pada 25 Juni 1971, di Jombang, Jawa Timur, Luluk memperoleh gelar sarjana dari IAIN Sunan Ampel Malang dan gelar magister sosiologi dari Universitas Indonesia. Selain itu, ia memegang gelar magister administrasi publik dari Lee Kuan Yew School of Public Policy di Singapura. Prestasi akademisnya melengkapi keterlibatannya yang aktif dalam berbagai isu sosial, menjadikannya kandidat yang tangguh untuk jabatan gubernur.

Perjalanan karir politik Luluk dimulai sebagai anggota PKB, di mana ia akhirnya naik ke posisi ketua dewan pengurus pusat partai. Ia juga menjabat sebagai anggota DPR RI dari tahun 2019 hingga 2024, mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah IV, yang meliputi Wonogiri, Karanganyar, dan Sragen. Dengan kekayaan pengalaman dan komitmennya terhadap pelayanan publik, Luluk siap untuk memberikan dampak yang signifikan dalam pemilihan mendatang, mengadvokasi kebutuhan dan aspirasi masyarakat Jawa Timur.